Memendam Potensi
Tetapi hamba yang menerima satu talenta itu pergi dan menggali lobang di dalam tanah lalu menyembunyikan uang tuannya.- Matius 25:18
Oliver Wendell Holmes pernah berkata, “Tragedi terbesar di dunia ini
bukanlah pembuangan besar-besaran sumber daya alam, walaupun ini memang tragis.
Tragedi terbesar adalah pembuangan sia-sia sumber daya manusia.” Holmes
masih melanjutkan bahwa orang rata-rata masuk liang kubur dengan musik masih
ada di dalam dirinya. Jadi, sayang sekali, lagu yang paling indah di antara
semuanya adalah lagu yang tidak pernah dimainkan.
Para ahli psikologi meneliti dan menyimpulkan bahwa sebenarnya manusia hanya
menggunakan 2-5% dari seluruh kemampuan yang ada di dalam dirinya. Bukankah
ini hal yang sangat tragis? Ada potensi besar di dalam diri kita, namun itu
tidak pernah tergali dan terpendam begitu saja. Percuma Tuhan mempercayakan
kepada kita potensi yang besar kalau itu tidak pernah digunakan. Seperti halnya
Reuben Siverling berkata, “Uang 5 sen dan uang emas $ 20 sama nilainya
kalau keduanya berkarat di dasar laut.” Perbedaan dalam nilai hanya akan
dinyatakan jika kita mengangkat kedua keping logam tersebut dan menggunakannya.
Demikian juga nilai kita akan menjadi nyata kalau kita berhasil menggali, memaksimalkan
dan menggunakan potensi kita tersebut dengan sebaik-baiknya.
Membiarkan potensi terpendam begitu saja adalah dosa besar di hadapan Tuhan.
Lihatlah tentang perumpamaan talenta. Hamba yang dipercayakan satu talenta tidak
mau berbuat apa-apa dan ia justru memendam talenta tersebut. Meski talenta tersebut
dikembalikan kepada tuannya masih dalam keadaan utuh dan tidak berkurang sedikitpun
juga, tuan tersebut murka besar. Sehingga hamba tersebut tidak hanya dikatakan
malas, tapi juga jahat!
Tidak menggunakan potensi yang ada di dalam diri kita adalah kejahatan di hadapan
Tuhan! Itu sebabnya mari kita gali potensi kita, kembangkan talenta kita, asah
skill kita dan maksimalkan hidup kita untuk kemuliaan-Nya.
"Tragedi terbesar bukanlah pembuangan sumber daya alam, tapi pembuangan sumber
daya manusia."






0 comments:
Post a Comment